Pada setiap tahunnya, ada beberapa audit yang dilaksanakan untuk mengukur dan meneliti kesuksesan program maupun kondisi keuangan di BKM Kebon Rojo kelurahan Bangunsari Ponorogo. Audit ini terwujud dalam beberapa konsep, diantaranya dua kali review, satu kali uji petik, dan satu kali audit independen.
Pada awal tahun 2014 ini, telah dilaksanakan audit independen untuk memeriksa akuntabilitas serta mengukur kinerja BKM Kebon Rojo selama tahun kerja 2013.
Pada audit kali ini, semua administrasi, baik administrasi proposal maupun LPJ diperiksa oleh tim independen dari Surabaya. Begitu juga dengan administrasi keuangan. Bahkan di UPK yang menangani dana pinjaman bergulir, semua pembukuan serta bukti kas keluar-masuk diperiksa secara teliti. Buku Kas Harian, Buku Pendapatan-Biaya, Buku Laba-Rugi, Buku Neraca dan lain sebagainya, semua diaudit.
Dari audit ini diharapkan adanya kredibilitas dari kinerja BKM beserta UP-UP sehingga semakin dapat merefleksi diri untuk kemudian meningkatkan kinerjanya.
Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kebon Rojo berkedudukan di wilayah kelurahan Bangunsari kecamatan Ponorogo kabupaten Ponorogo propinsi Jawa Timur, Indonesia. BKM ini merupakan pelaksana program PNPM Mandiri Perkotaan.
Jumat, 14 Maret 2014
Kamis, 13 Maret 2014
PENYUSUNAN PJM-PRONANGKIS BKM KEBON ROJO KEL. BANGUNSARI
PNPM merupakan Proyek Nasional
Pemberdayaan Masyarakat. Tahapan dalam proses pemberdayaan masyarakat dalam
program PNPM diantaranya adalah melaksanakan Pemetaan Swadaya (PS) yaitu suatu
pendekatan parisipatif yang dilakukan masyarakat untuk menilai serta merumuskan
sendiri berbagai persoalan yang dihadapi dan potensi yang dimilliki sehingga
hasil dari identifikasi masalah, masyarakat dapat menentukan sendiri kebutuhan
nyata (riil) untuk menanggulangi berbagai persoalan tersebut utamanya
kemiskinan, dengan berbasis pada kekayaan informasi kualitatif yang bersifat
lokal. Pemetaan Swadaya (PS) menjadi
sarana pembelajaran dalam menggali persoalan, potensi dan kebutuhan masyarakat.
Hasil dari PS ini kemudian dituangkan dalam PJM Pronangkis.
Adapun PJM Pronangkis perlu
diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals /
MDGs) dan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index / HDI). Upaya
tersebut merupakan peluang untuk mewujudkan sinergi program BKM dengan rencana
kegiatan penanggulangan kemiskinan di tingkat daerah maupun pusat. Selain itu,
pencapaian maksimal dari kegiatan yang direncanakan dalam PJM Pronangkis
menjadi lebih terukur, efektif, efisien dan kredibel sehingga dapat
dipertanggungjawabkan secara moril maupun materiil.
Visi PJM Pronangkis BKM Kebon
Rojo adalah terwujudnya BKM yang mampu mengantarkan dan membawa masyarakat
warga kelurahan Bangunsari Ponorogo menjadi masyarakat yang bertakwa pada Tuhan
YME, memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian serta mandiri sehingga sejahtera
lahir batin. Adapun Misi PJM Pronangkis BKM Kebon Rojo adalah
melaksanakan pembangunan sarana prasarana dalam upaya penanggulangan kemiskinan
dengan meningkatkan kepedulian masyarakat dan meningkatkan kualitas SDM di
segala bidang serta melestarikan nilai-nilai luhur masyarakat guna memperkuat
kemandirian menuju kesejahteraan bersama.
Dan alhamdulillah, PJM Pronangkis Periode 2013-2016 sudah selesai disusun untuk kemudian dijadikan acuan bagi PK-BKM Kebon Rojo.
Selasa, 11 Maret 2014
LAPORAN KEUANGAN BULAN FEBRUARI 2014
UPK BKM KEBON
ROJO BANGUNSARI PONOROGO
LAPORAN KEUANGAN BULAN
FEBRUARI 2014
LABA
RUGI PER 28 FEBRUARI 2014
Pendapatan
1.
Jasa pinjaman : Rp 6.802.500,00
2.
Pendapatan lain : Rp 0,00
3.
Bunga bank : Rp 46.543,20
Jumlah Rp 6.849.043,20
Biaya
1.
Jasa kehormatan UPK : Rp 700.000,00
2.
Biaya kantor : Rp 103.000,00
3.
Biaya rapat : Rp 0,00
4.
Biaya transport : Rp 70.000,00
5.
Pajak bank : Rp 9.308,64
6.
Administrasi bank : Rp
4.000,00
7.
Biaya non operasional : Rp 25.000,00
Jumlah Rp 911.308,64
LABA-RUGI :Rp 5.937.734,56
NERACA KEUANGAN PER 28 FEBRUARI 2014
Aktiva
1.
Kas harian : Rp 2.264.500,00
2.
Bank : Rp
24.053.234,56
3.
Pinjaman KSM : Rp 143.290.000,00
4.
Cadangan Resiko Kredit : Rp (19.002.200,00)
5.
Pinjaman lain-lain :
Rp 79.786.600,00
Jumlah Rp 230.392.134,56
Passiva
1.
Hutang pada pihak lain : Rp 13.250.000,00
2.
Titipan dana
KSM : Rp 5.773.500,00
3.
Alokasi dana lingkungan : Rp 3.796.500,00
4.
Alokasi dana sosial : Rp
3.796.500,00
5.
Alokasi dana BOP sekret : Rp 7.200.000,00
6.
Modal awal : Rp 97.000.000,00
7.
Modal PNPM : Rp 67.300.000,00
8.
Pemupukan modal : Rp 26.337.900,00
9.
Laba tahun lalu : Rp 0,00
10.
Laba tahun berjalan : Rp 5.937.734,56
Jumlah Rp 230.392.134,56
REFLEKSI:
Pada tahun lalu per
28 Februari
2013, Laba-Rugi-nya adalah Rp 3.713.324,83. Maka jika saat ini LABA-RUGI PER 28 Februari 2014 mencapai Rp 5.937.734,56 berarti mengalami progres sebesar Rp 2.224.409,73
Langganan:
Komentar (Atom)