Jumat, 14 Maret 2014

AUDIT INDEPENDEN

Pada setiap tahunnya, ada beberapa audit yang dilaksanakan untuk mengukur dan meneliti kesuksesan program maupun kondisi keuangan di BKM Kebon Rojo kelurahan Bangunsari Ponorogo. Audit ini terwujud dalam beberapa konsep, diantaranya dua kali review, satu kali uji petik, dan satu kali audit independen.
Pada awal tahun 2014 ini, telah dilaksanakan audit independen untuk memeriksa akuntabilitas serta mengukur kinerja BKM Kebon Rojo selama tahun kerja 2013.
Pada audit kali ini, semua administrasi, baik administrasi proposal maupun LPJ diperiksa oleh tim independen dari Surabaya. Begitu juga dengan administrasi keuangan. Bahkan di UPK yang menangani dana pinjaman bergulir, semua pembukuan serta bukti kas keluar-masuk diperiksa secara teliti. Buku Kas Harian, Buku Pendapatan-Biaya, Buku Laba-Rugi, Buku Neraca dan lain sebagainya, semua diaudit.
Dari audit ini diharapkan adanya kredibilitas dari kinerja BKM beserta UP-UP sehingga semakin dapat merefleksi diri untuk kemudian meningkatkan kinerjanya.

Kamis, 13 Maret 2014

PENYUSUNAN PJM-PRONANGKIS BKM KEBON ROJO KEL. BANGUNSARI



PNPM merupakan Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat. Tahapan dalam proses pemberdayaan masyarakat dalam program PNPM diantaranya adalah melaksanakan Pemetaan Swadaya (PS) yaitu suatu pendekatan parisipatif yang dilakukan masyarakat untuk menilai serta merumuskan sendiri berbagai persoalan yang dihadapi dan potensi yang dimilliki sehingga hasil dari identifikasi masalah, masyarakat dapat menentukan sendiri kebutuhan nyata (riil) untuk menanggulangi berbagai persoalan tersebut utamanya kemiskinan, dengan berbasis pada kekayaan informasi kualitatif yang bersifat lokal.  Pemetaan Swadaya (PS) menjadi sarana pembelajaran dalam menggali persoalan, potensi dan kebutuhan masyarakat. Hasil dari PS ini kemudian dituangkan dalam PJM Pronangkis.
Adapun PJM Pronangkis perlu diselaraskan dengan Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals / MDGs) dan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index / HDI). Upaya tersebut merupakan peluang untuk mewujudkan sinergi program BKM dengan rencana kegiatan penanggulangan kemiskinan di tingkat daerah maupun pusat. Selain itu, pencapaian maksimal dari kegiatan yang direncanakan dalam PJM Pronangkis menjadi lebih terukur, efektif, efisien dan kredibel sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara moril maupun materiil.


Visi PJM Pronangkis BKM Kebon Rojo adalah terwujudnya BKM yang mampu mengantarkan dan membawa masyarakat warga kelurahan Bangunsari Ponorogo menjadi masyarakat yang bertakwa pada Tuhan YME, memiliki rasa kebersamaan dan kepedulian serta mandiri sehingga sejahtera lahir batin. Adapun Misi PJM Pronangkis BKM Kebon Rojo adalah melaksanakan pembangunan sarana prasarana dalam upaya penanggulangan kemiskinan dengan meningkatkan kepedulian masyarakat dan meningkatkan kualitas SDM di segala bidang serta melestarikan nilai-nilai luhur masyarakat guna memperkuat kemandirian menuju kesejahteraan bersama.
Dan alhamdulillah, PJM Pronangkis Periode 2013-2016 sudah selesai disusun untuk kemudian dijadikan acuan bagi PK-BKM Kebon Rojo. 

Selasa, 11 Maret 2014

LAPORAN KEUANGAN BULAN FEBRUARI 2014



UPK BKM  KEBON ROJO BANGUNSARI PONOROGO
LAPORAN KEUANGAN BULAN FEBRUARI 2014

LABA RUGI PER 28 FEBRUARI 2014   
Pendapatan
1.      Jasa pinjaman                    : Rp     6.802.500,00
2.      Pendapatan lain                 : Rp                   0,00
3.      Bunga bank                       : Rp          46.543,20
Jumlah                                     Rp       6.849.043,20

Biaya
1.      Jasa kehormatan UPK       : Rp    700.000,00 
2.      Biaya kantor                      : Rp    103.000,00
3.      Biaya rapat                        : Rp               0,00
4.      Biaya transport                  : Rp      70.000,00
5.      Pajak bank                        : Rp        9.308,64
6.      Administrasi bank              : Rp        4.000,00
7.      Biaya non operasional        : Rp      25.000,00
Jumlah                                       Rp    911.308,64

 LABA-RUGI                                    :Rp  5.937.734,56

NERACA KEUANGAN PER 28 FEBRUARI 2014
Aktiva
1.      Kas harian                          : Rp       2.264.500,00 
2.      Bank                                  : Rp     24.053.234,56
3.      Pinjaman KSM                   : Rp   143.290.000,00
4.      Cadangan Resiko Kredit     : Rp   (19.002.200,00)
5.      Pinjaman lain-lain                : Rp     79.786.600,00
Jumlah                                       Rp   230.392.134,56

Passiva
1.          Hutang pada pihak lain      : Rp  13.250.000,00      
2.          Titipan dana KSM            : Rp    5.773.500,00 
3.          Alokasi dana lingkungan   : Rp    3.796.500,00
4.          Alokasi dana sosial           : Rp    3.796.500,00
5.          Alokasi dana BOP sekret : Rp    7.200.000,00
6.          Modal awal                      : Rp  97.000.000,00
7.          Modal PNPM                  : Rp  67.300.000,00
8.          Pemupukan modal            : Rp  26.337.900,00
9.          Laba tahun lalu                 : Rp                  0,00
10.          Laba tahun berjalan        : Rp    5.937.734,56    
Jumlah                                      Rp 230.392.134,56

REFLEKSI:
Pada tahun lalu per 28 Februari 2013, Laba-Rugi-nya adalah Rp 3.713.324,83. Maka jika saat ini LABA-RUGI PER 28 Februari 2014 mencapai Rp 5.937.734,56 berarti mengalami progres sebesar Rp 2.224.409,73