Selasa, 01 Mei 2012

kolom motivasi

MENUNGGU SETAN LEWAT
Barangkali anda pernah membaca atau mendengar salah satu artikel Gus Dur yang berjudul “Menunggu Setan Lewat”. Alkisah Gus Dur bepergian di luar negeri berkunjung ke rumah temannya. Di sana, Gus Dur diajak pergi ke suatu tempat. Mereka naik mobil, Gus Dur duduk disamping temannya yang menyetir. Saat itu sudah larut malam ketika mereka tiba di perempatan jalan dengan trafict light yang menyala lampu merahnya. Mobil pun dihentikan oleh sang sopir untuk jangka waktu yang cukup lama menunggu hingga lampu hijau menyala, padahal malam selarut itu jalanan sedang sepi tak ada orang. Gus Dur heran lalu bertanya pada temannya: “Mengapa mobilnya dihentikan? Menunggu setan lewat menyeberang ya?” Temannya dengan nada mantap menjawab: “Ya. Karena setan pun punya hak atas lampu merah ini.” 

Seandainya semua orang mau mematuhi aturan yang dibuat manusia untuk tujuan kebaikan dan juga menghormati hak-hak orang lain tanpa sebuah keterpaksaan, wah… betapa damai dan mudahnya menjalankan sebuah organisasi.
Seandainya juga setiap orang mau melaksanakan apa-apa yang sudah disetujui melalui sebuah kesepakatan –baik tertulis maupun lisan- maka betapa nikmatnya ketika hak-hak orang lain dapat terpenuhi.

Mari kita renungkan … betapa hebatnya setiap anggota masyarakat yang telah membuat kesepakatan menerima pinjaman dana ekonomi bergulir PNPM-MP kemudian dengan penuh kesadaran membayarkan angsuran pinjaman setiap bulan dengan disiplin. Hal itu berarti ia telah menghormati orang lain yang juga punya hak untuk ikut mendapatkan dana pinjaman ekonomi bergulir tersebut.
*** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar