Minggu, 13 Mei 2012

CAHAYA RELIGI

PERINGATAN SEBELUM MATI
Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 102: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keada-an beragama Islam.”
Bagaimanapun kematian adalah sesuatu yang pasti akan me-nimpa manusia, sebagaimana tersirat dalam Al-Qur’an Surat al-Anbiyaa’ ayat 35: “Tiap-tiap yang berjiwa (bernyawa) pasti-lah menemui kematian…”  Terkait dengan manusia yang dipas-tikan suatu saat akan mati, maka Malaikat Jibril pernah ber-wasiat pada Nabi Muhammad saw dengan 3 wasiat yang ada relevansinya dengan peringatan bagi manusia sebelum mati. Wasiat tersebut adalah:
1)      Hiduplah sesukamu, tapi ingatlah kau tetap akan mati.
2)      Senanglah pada apapun di dunia, tapi ingatlah bahwa semua itu akan terpisah dari dirimu.
3)      Lakukan apapun yang kau inginkan, tapi ingatlah semua itu akan dimintai pertanggung jawaban.
Dari hal-hal tersebut di atas, bukan berarti Islam menakut-nakuti manusia agar senantiasa memikirkan kematian saja se-hingga menjadi pesimis dan tidak mau bekerja untuk dunia. Justru sebaliknya, Islam memberikan motivasi yang besar bagi manusia untuk bekerja selama hidup di dunia. Hal ini tersirat dari pemahaman bahwa orang yang bekerja mencari nafkah jika diniati sebagai ibadah maka akan diberi pahala seperti orang yang berjihad. Bahkan Rasulullah saw pun bersabda: “Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau akan mati besok pagi.” Karena dunia sebagai mata’ul ghurur (kesenangan semu) maka tentunya apapun yang tersaji di dunia ini terasa menyenangkan bagi pemuasan nafsu. Namun karena dunia juga sekaligus sebagai mazra’atul akhirah (ladang akhirat) maka tentunya nafsu harus dikendalikan untuk kemu-dian dialihkan menjadi semangat untuk menanam amal ke-baikan agar nanti di akhirat dapat memanen pahala. Selamat berjuang di dunia untuk bekal di akhirat !
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar